- Get link
- X
- Other Apps
Superior
- Get link
- X
- Other Apps
Sabun adalah produk yang digunakan sebagai pembersih dengan media air. Secara umum berbentuk padatan (batang) dan ada juga yang cair. Masing-masing bentuk tentunya mempunyai keuntungan tersendiri diberbagai sarana publik. Jika diterapkan pada suatu permukaan, air bersabun secara efektif dapat mengikat partikel dalam suspensi yang mudah dibawa oleh air bersih. Di era milenial ini, deterjen sintetik telah menggantikan sabun sebagai alat bantu untuk mencuci atau membersihkan.
SABUN SEBU
batang yang telah digunakan dan kehilangan bentuk aslinya
Sabun merupakan campuran minyak atau lemak (nabati, seperti minyak zaitun atau hewani, seperti lemak kambing) dengan alkaliatau basa (seperti natrium atau kalium hidroksida) pada suhu 80–100 °C melalui suatu proses yang disebut dengan saponifikasi. Lemak akan terhidrolisis oleh basa, menghasilkan gliserol dan sabun mentah. Secara tradisional, alkali yang digunakan adalah kalium yang dihasilkan dari pembakaran tumbuhan seperti arang kayu.
SEJARAH
Sejak ditemukannya material serupa sabun dalam tabung lempung saat penggalian di Kerajaan Babilionia Kuno terungkap bahwa sabun dibuat pada tahun 2800 SM. Catatan dalam tabung menerangkan bahwa material tersebut terbuat dari lemak yang direbus dengan abu.
Dalam Ebers Papyrus, sebuah dokumen medis yang dibuat pada tahun 1550 SM di Mesir, menjelaskan bahwa campuran minyak hewani dan nabati dengan garam alkali sebagai bahan untuk pembuatan sabun untuk menyembuhkan penyakit kulit dan untuk mencuci.
Bangsa Yunani Kuno mandi untuk keindahan semata dan tidak menggunakan sabun. Sebagai gantinya mereka membersihkan tubuh mereka dengan cetakan lempung, pasir, batu apung dan abu, lalu mereka mengurapi diri mereka dengan minyak dan tanah dengan alat logam yang disebut strigil. Mereka juga menggunakan minyak dan abu. Baju dicuci tanpa sabun di arus sungai.
Kata Soap (sabun) berasal dari legenda Roma kuno dari Gunung Sapo, tempat dimana hewan dikurbankan. Hujan membasahi campuran lemak hewan yang mencair dengan abu kayu menuruni tanah liat sepanjang Sungai Tiber. Para wanita mendapati bahwa campuran tanah liat ini membuat cucian mereka lebih bersih dengan mudah.
Tempat pemandian Romawi terkenal yang mengalirkan air dari saluran air mereka pertama dibuat pada 312 SM. Pemandian tersebut sangat mewah dan mandi menjadi sangat populer. Pada abad ke-2, ahli fisika Yunani, Galen merekomendasikan sabun untuk kesehatan dan kebersihan.
Kejatuhan Roma pada tahun 467 menyebabkan penurunan kebiasaan untuk mandi di masyarakat Eropa. Kurangnya menjaga kebersihan diri dan kehidupan yang bersih mengakibatkan munculnya wabah besar di Abad Pertengahan, dan khususnya wabah Black Death di abad ke-14.
Kebersihan dan mandi kembali menjadi tren di Eropa pada abad ke-17. Pada abad pertengahan mandi setiap hari sudah menjadi kebiasaan sehari-hari bangsa Jepang. Di Islandia, kolam pemandian air panas menjadi tempat berkumpul yang populer di Sabtu malam.
Pembuatan sabun dijadikan sebuah kerajinan tangan di Eropa pada abad ke-7. Minyak nabati dan hewani digunakan bersama dengan abu dari tanaman dan aroma. Beragam sabun diciptakan untuk keperluan bercukur, keramas, mandi dan mencuci.
Italia, Spanyol dan Perancis menjadi pusat pembuatan sabun yang pertama di Eropa, dikarenakan mereka memiliki persediaan bahan mentah seperti minyak zaitun. Inggris memulai pembuatan sabun pada abad ke-12. Pembuatan sabun berkembang pesat di tahun 1622 sehingga Raja James I menghasilkan $100,000 setahun dalam monopoli pembuatan sabun. Pada abad ke-19 sabun dikenakan pajak yang tinggi sebgai barang mewah di beberapa negara. Ketika pajak tinggi dihapuskan sabun banyak digunakan oleh masyarakat biasa.
Berikut ini ringkasan beberapa penemuan:
- Pencuci piring otomatis bubuk
- Sabun pencuci baju cair, pencuci piring tangan dan produk pembersih serba guna
- Deterjen dengan pemutih oksigen
- Sabun cuci tangan cair
- Pelembut kain (ditambah lembaran dan putaran cuci)
- Produk multifungsi (contoh, deterjendengan tambahan pelembut kain)
- Deterjen untuk pencucian dengan air dingin
- Pencuci piring otomatis cair
- Pencuci baju konsentrat bubuk
- Deterjen bubuk dan cair ultra (superkonsentrat)
- Pelembut kain ultra
- Pencuci piring otomatis gel
- Produk pencuci baju dan pembersih refil
SIFAT-SIFAT SABUN
versi lengkap dapat dilihat dibawah:
1. Sabun bersifat basa. Sabun adalah garam alkali dari asam lemak suhu tinggi
sehingga akan dihidrolisis parsial oleh air. Karena itu larutan sabun dalam air
bersifat basa.
2. Sabun menghasilkan buih atau busa. Jika larutan sabun dalam air diaduk
maka akan menghasilkan buih, peristiwa ini tidak akan terjadi pada air sadah
(air yang mengandung garam). Dalam hal ini sabun dapat menghasilkan buih
setelah garam Mg atau Ca dalam air mengendap.
3. Sabun mempunyai sifat membersihkan. Sifat ini disebabkan proses kimia
koloid. Sabun (garam natrium dari asam lemak) digunakan untuk mencuci
kotoran yang bersifat polar maupun non polar. Sabun mempunyai gugus polar
dan non polar. Saat dipakai mencuci sabun berperan sebagai emulsifier
sehingga sabun dikatakan dapat membersihkan lemak dan kotoran. Molekul
sabun mempunyai rantai hidrogen CH3(CH2)16 yang bertindak sebagai ekor
yang bersifat hidrofobik (tidak suka air) dan larut dalam zat organik.
Sedangkan COONa+
sebagai kepala yang bersifat hidrofilik (suka air) dan
larut dalam air.
MANFAAT SABUN
Manfaat sabun adalah sebagai pembersih saat mencuci atau saat mandi.
Kotoran yang menempel pada kulit umumnya adalah minyak, lemak dan keringat.
Zat-zat ini tidak dapat larut dalam air karena sifatnya yang non polar. Sabun
digunakan untuk melarutkan kotoran-kotoran pada kulit tersebut. Sabun memiliki
gugus non polar yaitu gugus (–R) yang akan mengikat kotoran, dan gugus
Solusi Untuk Anda Yang Ingin Memiliki Kulit Putih Sehat dan Glowing Secara Alami
JENIS-JENIS SABUN
Berdasarkan jenisnya, sabun dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sabun
opaque, sabun transparan, sabun translusen, dan sabun herbal. Jenis sabun tersebut
dapat dibedakan dengan mudah dari penampakannya. Sabun opaque adalah jenis
sabun yang biasa digunakan sehari-hari yang berbentuk kompak dan tidak tembus
cahaya, sabun transparan merupakan sabun yang paling banyak meneruskan
cahaya jika pada batang sabun dilewatkan cahaya,
sedangkan sabun translusen
merupakan sabun yang sifatnya berada di antara sabun transparan dan sabun
opaque. Sabun transparan mempunyai harga yang relatif lebih mahal dan
umumnya digunakan oleh kalangan menengah atas. Sabun transparan juga dapat
digolongkan kedalam sabun aromaterapi, sedangkan sabun herbal merupakan
sabun yang mengandung sari tanaman, berfungsi membersihkan dan mengobati
penyakit kulit. Sabun sereh termasuk dalam jenis sabun herbal.
Sabun Antiseptik Alami yg Efektif Membunuh Kuman, Bakteri dan Virus (Corona)klik disini
FOLLOW ME ✨🙏:
Lihat juga karya saya📚:
Comments
Post a Comment