Superior

DAMPAK PENGGUNAAN GREEN HOUSE ATAU RUMAH KACA

 

Oleh: Verry Arinataldo Geminor Hutabarat 

Green House atau dikenal dengan Rumah kaca adalah sebuah bangunan di mana tanaman dibudidayakan yang terbuat dari gelas atau plastik, dimana akan menjadi panas karena radiasi elektromagnetik yang datang dari matahari memanaskan tumbuhan, tanah, dan barang lainnya di dalam bangunan ini. Green House atau rumah kaca adalah bangunan yang difungsikan khusus untuk menanam tumbuhan dari pada sebagai rumah untuk tinggal atau hanya bangunan khusus untuk seni, kembali pada zaman Mesir kuno dimana mereka telah menggunakan bangunan seperti Green House untuk menanam tumbuhan anggur pada awal abad 4.000 SM. Sebelum itu pada abad 300 SM, bangunan seperti Green House juga telah digunakan dan memanfaatkan panas dari lubang yang diletakkan kotoran hewan di dalamnya, kemudian pada tahun 92 SM di Italia, Sergius Orata menemukan Heating System, yang mengalirkan panas melalui cerobong asap pada lantai.


Penggunaan green house dalam budidaya tanaman merupakan salah satu cara untuk memberikan lingkungan yang lebih mendekati kondisi optimum bagi pertumbuhan tanaman. Greenhouse dikembangkan pertama kali dan umum digunakan di kawasan yang beriklim subtropika. Penggunaan greenhouse terutama ditujukan untuk melindungi tanaman dari suhu udara yang terlalu rendah pada musim dingin. Nelson (1978) mendefinisikan green house sebagai suatu bangunan untuk budidaya tanaman, yang memiliki struktur atap dan dinding yang bersifat tembus cahaya. Cahaya yang dibutuhkan oleh tanaman dapat masuk ke dalam greenhouse sedangkan tanaman terhindar dari kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan, yaitu suhu udara yang terlalu rendah, curah hujan yang terlalu tinggi, dan tiupan angin yang terlalu kencang. Di dalam greenhouse, parameter lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman, yaitu cahaya matahari, suhu udara, kelembaban udara, pasokan nutrisi, kecepatan angin, dan konsentrasi karbondioksida dapat dikendalikan dengan lebih mudah. Penggunaan greenhouse dilakukannya modifikasi lingkungan yang tidak sesuai bagi pertumbuhan tanaman menjadi lebih mendekati kondisi optimum bagi pertumbuhan tanaman. 


Dampak negatif penggunaan green house bagi kehidupan manusia adalah:

Pertama, dampak efek rumah kaca adalah pemanasan global. Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, “sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah kaca. Hal ini mengancam seluruh ekosistem akibat kenaikan suhu bumi 

kedua, adalah mencairnya es di kutub yang juga mengancam ekosistem. Mencairnya es ini menyebabkan kenaikan air laut sehingga menenggelamkan daerah-daerah rendah. Dari hasil penelitian, peningkatan suhu di kedua kutub tersebut sudah tiga kali. Beberapa negara seperti Belanda, Singapura dan negara Eropa lainnya saat ini sedang membangun atau melebarkan wilayah negara dengan membuat bendungan dan pasir di pantai agar tidak terkena dampak pemanasan global yaitu naiknya permukaan air laut.

Ketiga, laut akan makin asam karena konsentrasi gas-gas rumah kaca yang meningkat. Asamnya air laut akan mematikan terumbu karang dan ekosistem lainnya. Para peneliti di Jerman menyatakan karbon dioksida yang terserap laut ini menambah tingkat keasaman. Dan saat CO2 terserap lautan, gas ini akan merusak baik laut itu sendiri maupun atmosfer bumi. Para peneliti menyatakan, hal ini terjadi karena saat CO2 terserap laut, maka gas rumah kaca itu akan menyebabkan pengurangan kemampuan lautan memproduksi gas dimethylsuphide (DMS). DMS adalah gas yang selama ini diproduksi laut untuk membantu mendinginkan bumi. Gas DMS membantu memadatkan awan dan memantulkan kembali sinar matahari ke luar angkasa sehingga membantu mengurangi pemanasan global. Dengan terserapnya CO2 ke dalam laut, maka kemampuan laut memproduksi gas pendingin bumi ini pun menjadi berkurang. Para ilmuwan khawatir tingkat CO2 di lautan akan berdampak ganda, yaitu meningkatkan keasaman laut dan memanaskan atmosfer bumi. Bertambahnya tingkat keasaman laut berarti kabar buruk bagi berbagai bentuk kehidupan di dalamnya. Sementara pemanasan global sendiri juga telah mengancam kehidupan laut itu. Kenaikan tingkat keasaman laut selain mengancam kehidupan di dalamnya, juga akan mengurangi produksi DMS. Pembentukan DMS di laut tergantung pada temperatur dan tingkat keasaman laut, sehingga kenaikan temperatur maupun tingkat keasaman akibat CO2 akan langsung berdampak kepada produksi DMS.

Keempat, menipisnya lapisan ozon membuat sinar ultraviolet yang berbahaya sampai ke permukaan bumi. Ozon dan lapisan ozon adalah dua hal yang semakin sering kita dengar. Bahwa ozon dengan lapisan ozonnya yang melindungi bumi dari radiasi sinar ultraviolet yang dipancarkan matahari. Bahwa fakta semakin menipisnya lapisan ozon yang memicu pemanasan global. Bahkan di beberapa bagian bumi kita, seperti kutub, lapisan ozon sudah berlubang. Sayangnya lapisan pelindung radiasi ultraviolet ini semakin mengalami penipisan bahkan kerusakan. Hasil pengamatan di tahun 1980-1991 mendapati lubang pada lapisan ozon yang membesar hingga hampir seluas benua Australia. Penelitian pada 2011 menunjukkan hasil yang mulai membaik. Lubang tersebut masih tersisa di atas kutub utara, Rusia, dan Australia.


Selain dampak negatif di atas penggunaan green house juga berdampak positif bagi kehidupan manusia yaitu:

Pertama, efek rumah kaca sangat berguna bagi kehidupan di bumi karena gas-gas dalam atmosfer dapat  menyerap gelombang panas dari sinar matahari menjadikan suhu di bumi tidak terlalu rendah untuk dihuni makhluk hidup. Seandainya tidak ada gas rumah kaca jadi tidak ada efek rumah kaca, suhu di bumi rata-rata hanya akan -180 C, suhu yang terlalu rendah bagi sebagian besar makhluk hidup, termasuk manusia. Tetapi dengan adanya efek rumah kaca suhu rata-rata di bumi menjadi 330C lebih tinggi, yaitu 150C, suhu  ini sesuai bagi kelangsungan kehidupan makhluk hidup.

Kedua, dengan adanya efek rumah kaca manusia menjadi sadar bahwa pohon dan hutan memiliki arti penting bagi kelangsungan kehidupan, yaitu salah satunya dapat menyerap gas polutan dan menghasilkan oksigen. Maka reboisasi kembali digalakkan dan penanaman pohon di kota-kota besar mulai dilakukan.

Ketiga, manusia menjadi kreatif, karena mengolah limbah seperti plastik, kertas untuk didaur ulang menjadi barang yang ekonomis.

Banyak hal-hal mudah yang bisa kita lakukan untuk mengurangi efek rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global. Untuk mencegah terjadinya dampak-dampak dari bahaya efek rumah kaca, tentunya harus dimulai dari diri sendiri pada setiap orang. Kepedulian setiap individu untuk melakukan perubahan perilaku pada dirinya akan berdampak bagi generasi penerus di kemudian hari. Contoh nyata upaya penanggulangan efek rumah kaca dalam kehidupan sehari-hari antara lain: 

Pertama, penghematan penggunaan alat listrik. Listrik tidak sebersih yang dikira, karena letak pembangkit yang jauh, sehingga asap polusinya tidak kita rasakan. Pembangkit listrik merupakan penyumbang emisi yang besar karena masih menggunakan bahan bakar fosil untuk prosesnya. Banyak pembangkit listrik menggunakan batu bara sebagai bahan bakarnya, batu bara sendiri adalah bahan bakar yang paling kotor karena mengeluarkan emisi paling besar.

Kedua, Go green untuk mengatasi pengurangan polusi udara pada di atmosfer, maka dapat dilakukan juga penanaman tanaman. Penanaman tanaman dapat berupa pohon dapat dilakukan di halaman dan tempat-tempat yang banyak menghasilkan polusi udara, seperti di pinggir-pinggir jalan. Selain itu juga, melakukan reboisasi pada gunung-gunung yang gundul dan membuat taman-taman di perkotaan atau biasa disebut dengan taman kota.


Referensi:

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Rumah_kaca

https://wanaswara.com/efek-rumah-kaca-manfaat-dan-dampak-bagi-kehidupan/amp/

https://www.bola.com/ragam/read/4462869/pengertian-efek-rumah-kaca-penyebab-dampak-dan-cara-menanggulanginya

Comments