- Get link
- X
- Other Apps
Superior
- Get link
- X
- Other Apps
MAKALAH BAB 1
Akuntansi
Perusahaan Manufaktur
SMK NEGERI 1
SIBOLGA
2021/2022
NAMA:
VERRY ARINATALDO GEMINOR HUTABARAT
KELAS:
XII-AKUNTANSI-1
MAPEL:
AKUNTANSI MANUFAKTUR
DAFTAR ISI
JUDUL
KATA
PENGANTAR
BAB
I PENDAHULUAN
1.1.
Latar
Belakang
1.2.
Rumusan
Masalah
1.3.
Tujuan
BAB
II PEMBAHASAN
2.1 Istilah
Akuntansi Perusahaan Manufaktur
2.2 Karakteristik
Perusahaan Manufaktur
BAB
III PENUTUP
2.3
Kesimpulan
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Siklus kegiatan perusahaan manufaktur atau indistri dimulai
dengan pengolahan bahan baku di bagian produksi dan berakhir dengan penyerahan
produk jadi ke bagian gudang.Dalam perusahaan tersebut, siklus akuntansi biaya
dimulai dengan pencatatan harga pokok
bahan baku yang dimasukkan dalam proses produksi, dilanjutkan dengan
pencatatan biayatenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik yang
dikonsumsi untuk produksi, serta berakhir dengan disajikannya harga pokok
produksi (Mulyadi, 2005).
B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan Akuntansi Perusahaan
Manufaktur?
2. Bagaimana karakteristik Perusahaan Manufaktur?
3. Tujuan Akuntansi Perusahaan Manufaktur
C. Tujuan
1. Menjelaskan apakah yang dimaksud dengan Akuntansi
Perusahaan Manufaktur
2. Menjelaskan bagaimana Karakteristik Perusahaan Manufaktur
3. Menjelaskan apa tujuan Akuntansi Perusahaan Manufaktur
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Istilah
Akuntansi Perusahaan Manufaktur
Perusahaan Industri (Manufacturing Firm) adalah perusahaan
yang kegiatan utamanya mengolah bahan baku menjadi barang jadi yang siap
untuk dijual.
Perusahaan manufaktur merupakan jenis perusahaan yang
bergerak di bidang penjualan berbagai jenis bahan baku atau bahan mentah. Bahan
baku tersebut disesuaikan menurut kebutuhan dan permintaan pasar, baik untuk
dijual kembali, diolah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Pada
kesempatan ini, kita akan membahas tentang siklus akuntansi perusahaan
manufaktur.
2.2 Karakteristik
Perusahaan Manufaktur
Ciri-ciri perusahaan
manufaktur bisa Anda pelajari di bawah ini.
1. Proses Pengelolaan Produk
Perusahaan manufaktur memiliki aktivitas utama yaitu
mengelola bahan mentah menjadi produk. Di dalam prosesnya
tentu saja membutuhkan waktu yang relatif lama. Ada dua proses
yang akan terjadi di perusahaan manufaktur yaitu proses terus menerus dan
prosesterputus-putus
Proses pembuatan produk secara terus-menerus tentu saja
membutuhkan waktu yangsangat lama. Misalnya ketika sebuah perusahaan membuat
sebuah mobil yang tentu sajamembutuhkan waktu yang tidak sebentar. Sebab
didalamnya juga terdapat komponen-komponen lain yang harus dibuat.
Sementara proses terputus-putus biasanya akan terjadi ketika
akan membuat produk yang sesuai dengan keinginan customers. Jadi pihak perusahaan
manufaktur tidak bisa semerta-merta langsung membuat produk karena harus sesuai dengan permintaancustomers.
2. Mesin yang Sudah Berskala Besar
Perusahaan manufaktur sudah memiliki mesin
dan peralatan yang sudah berskala besar untuk menunjang proses
produksi. Sebab untuk bisa menghasilkan produk yang berskala besar tentu
saja membutuhkan proses yang cepat dan efisien.
Meskipun begitu, industri manufaktur tetap masih membutuhkan
manusia untuk
proses produksi. Sebab untuk mengendalikan mesin dan peralatan membutuhkan tenagamanusia
yang sudah profesional. Kecuali jika mesinnya sudah benar-benar canggih.
3. Biaya Produksi yang Besar
Produk yang dihasilkan oleh industri manufaktur tidak hanya
harus banyak, tapi jugaharus berkualitas. Kuantitas dan kualitas harus seimbang
supaya tidak
mengecewakan para customers. Tapi untuk mencapai keduanya tentu saja tidaklah mudah karenamembutuhkan
biaya produksi yang sangat besar.
Biaya atau model tersebut digunakan untuk membeli bahan
baku, membayar tenaga kerja, perawatan mesin, dan sebagainya. Meskipun begitu, keuntungan yang akandidapatkan
oleh pihak industri tentu saja juga sangat besar. Tapi hal itu bisa terjadi
jika pihak perusahaan mengelolanya dengan baik.
4. Proses Produksi Kompleks
Karakteristik perusahaan manufaktur yang lainnya yaitu
memiliki proses produksi yangsangat kompleks. Supaya bisa menghasilkan produk,
banyak orang atau divisi yang bekerja sama di dalamnya. Setiap divisi
memiliki jobdesk masing-masing dan harus bisa bekerja sama dengan
baik antar divisinya.
Misalnya tenaga operator hanya bertugas untuk memastikan
kinerja mesin supaya
bisa bekerja sesuai dengan fungsinya. Sementara untuk memastikan apakah produk yangdihasilkan
sudah sesuai dengan standar dan layak untuk dijual ke pasar adalah tugas
dariQuality Control (QC).
5. Pemasaran dan Penjualan
Setiap proses produksi tentu saja sangat berkaitan erat
dengan proses pemasaran
atau penjualan produk. Tentu saja akan menimbulkan masalah yang sangat besar jika tidak ada
proses pemasaran dan penjualan. Karena tujuan dari produksi industri
manufaktur tidak lain yaitu untuk penjualan.
Perusahaan manufaktur pada umumnya sudah memiliki pemasaran
yang sudah maksimalsupaya penjualan produknya bisa
meningkat pesat. Bahkan mereka rela menggocek biaya
yang tidak sedikit untuk melakukan promosi secara gencar-gencaran.
Promosi tersebut bertujuan untuk memperkenalkan produk
mereka supaya dikenal olehmasyarakat luas. Semakin luas jangkauan promosi,
kemungkinan untuk mendapatkancustomers juga akan lebih besar.
Itulah karakteristik perusahaan manufaktur yang harus Anda
ketahui. Kelimanya
sangat berbeda dengan karakteristik perusahaan jasa atau perusahaan lainnya. Kegiatan perusahaan
manufaktur sangat komplek karena harus memproses
barang mentah hingga produk.
Prosesnya tidak hanya berhenti hingga menghasilkan produk,
industri manufaktur
jugaakan melakukan pemasaran dan penjualan. Keduanya juga termasuk tahapan yangkrusial karena mereka tidak akan mendapatkan keuntungan jika keduanya tidak dilakukan.
2.3
Tujuan Akuntansi Perusahaan Manufaktur
Akuntansi biaya dalam perusahaan manufaktur bertujuan untuk menyajikan informasiharga pokok produksi per satuan produk. Dengan menghitung harga pokok produksi, kitadapat mengetahui berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk memproduksi per satuan produk, sehingga dapat diketahui keuntungan atau kerugian yang akan terjadi denganmemproduksi produk tersebut. Perhitungan harga pokok produksi yang tidak tepat akanmengakibatkan harga pokok yang terlalu tinggi atau terlalu rendah. Hal ini akan berpengaruh pada laporan keuangan perusahaan pada periode yang bersangkutan.
Bab III
Penutup
2.4 Kesimpulan
!!! JANGAN LUPA FOLLOW MEDIA SOSIAL SAYA 👇:
-Instagram: VERRY
-Facebook: VERRY ARINATALDO GEMINOR HUTABARAT
- Get link
- X
- Other Apps

Comments
Post a Comment